Jumat, 27 Desember 2013

Tipe kabel jaringan



Tipe kabel jaringan 1
  • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn19ont9Z7XxqwAQNOWzyk5ZUdBQ_vGngO4w-EiwZOMudaqKYP7q8bl0Kd5eOxOdCrHkHXFDbxQpR6eOJIY8FDBVuwYReY27IR0OlXyGaduvKifYvykG1golPoLbke1FjTSpbHN8KCvvGc/s320/kabeljaringan3.jpg

    Berbeda dari kedua jenis kabel sebelumnya, kabel Coaxial hanya terdiri atas satu kabel utama sebagai penghubung. Kabel utama (konduktor) yang posisinya berada tepat di tengah kabel tetap dilindungi oleh beberapa komponen penyusunnya. Ada 4 bagian penyusun kabel Coaxial : 1) konduktor utama terbuat dari tembaga 2) dilapisi oleh serabut konduktor di atasnya 3) dibungkus dengan aluminium foil atau juga berbahan kawat ground 4) lapisan luar, pembungkus berbahan plastik, namun sekarang ada juga kabel Coaxial pada lapisan luar sudah memakai bahan logam/metal.

    Kabel Coaxial yang dijual di pasaran ada dua jenis, yaitu kabel Coaxial berdiameter besar (thick coaxial cable) rata-rata 12 mm dan kabel coaxial berdiameter kecil (thin coaxial cable) rata-rata diameter 5 mm. Selain besar kecil diameternya, yang membedakan kedua jenis kabel Coaxial tersebut adalah spesifikasinya. Kalau yang thick coaxial cable standar spesifikasi yang digunakan bertipe IEEE 802.3 10BASE5, contohnya tipe RG-6, RG-8,RG-11. Sementara standar thin coaxial cable memakai tipe yang lebih kecil IEEE 802.3 10BASE2, contohnya tipe RG-58.

    Kabel Coaxial paling mudah kita jumpai pada antena TV, yaitu penyambung antara TV dengan antena, biasanya terletak di posisi belakang TV. Penggunaan kabel Coaxial sebagai penyambung antena TV bertujuan menambah spectrum frekuensi sinyal yang lebih besar dan mengurangi gangguan noise pada tampilan TV, karena konduktor utama berbahan tembaga dan bahan lain pada bagian penyusunnya akan melindungi penghantaran sinyal dengan baik dan mengurangi dampak elektromagnetik yang disebabkan oleh gangguan dari luar.

    Penggunaan Kabel Coaxial sedikit dipakai pada jaringan komputer sebab daya dukung kecepatan yang mampu dihasilkannya maksimal 10 mbps, jika pun digunakan itu sudah tidak menyeluruh untuk membangun sebuah topologi tertentu, tetapi hanya pada beberapa bagian saja, misalnya untuk menghubungkan PC dengan antena, atau device lain dengan antena. Di mana penghantaran sinyal analog pada kabel Coaxial berkualitas sangat baik.

  • Kabel Fiber Optic

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO7szgqsdSRUanN6wckpbqwQnLiB6uP6ilJUW3oSyDvf7TDqyWc3FG3XfU_11OkAJEC-ZkzYIIl2fgk8UQekQFpvoZXYfeN9w1PXDSK9XDp1-_-sJV1awtU6JKETkNNFMNX29Yhj5Ndmak/s320/kabeljaringan4.jpg

    Kabel ini dibuat dan dibentuk dengan menggunakan peralatan-peralatan yang lebih canggih dan terbaru. Konduktor utama yang dipakai berupa serat plastik yang sudah dimodif sedemikian rupa sehingga dapat mentransmisikan sinyal dalam bentuk cahaya ke perangkat lain dengan kecepatan transfer tinggi. Bahan-bahan penyusunnya, filamen glas/core di bagian tengah, dilapisi bahan cladding, dilapisi lagi dengan bahan buffer coating, ditambah material penguat, kemudian dibungkus dengan bahan plastik sebagai pelindung terluar.

    Bentuk pentransmisian kabel Fiber Optic ada 2 model, single mode dan multi mode. Dengan tetap sinyal utama yang dihantarkan berupa cahaya hanya saja diteruskan dalam bentuk yang agak berbeda. Pada single mode, cahaya diteruskan berupa sinar Laser untuk menjangkau pentransmisian data yang lebih jauh. Pada multi mode, cahaya diteruskan dalam bentuk sinar LED (Light Emitting Diode) yang terbagi ke berbagai perangkat sehingga laju data yang diterima akan berkualitas rendah.

    Karena menggunakan sinar cahaya dalam penghantaran sinyalnya maka kecepatan pentransmisian data yang didukung kabel ini sangatlah cepat yaitu mampu mencapai pada kecepatan 1000 mbps dengan jangkauan yang lebih jauh dibanding kabel jaringan yang lainnya yaitu 3,5 Km dan mampu mengirim atau menerima data dalam kapasitas yang besar. Namun, teknologi yang tinggi tersebut mengharuskan harga yang mahal untuk dapat memakai kabel Fiber Optik ini dalam pemasangan jaringan, selain itu proses instalasi kabel ini juga lebih sulit, karena sifatnya tidak dapat diinstal pada jalur yang berbelok atau menikung tajam, jadi harus diatur sebisa mungkin pada jalur yang lurus.

Demikianlah tipe-tipe kabel yang sering digunakan untuk membangun sebuah jaringan, dikarenakan perangkat kabel termasuk salah satu unsur pokok dalam membangun jaringan, maka penting bagi kita untuk mengetahuinya agar dapat memahami perbedaan-perbedaan kabel tersebut sehingga kita bisa menentukan kabel yang seperti apa yang sesuai kebutuhan.

Tipe kabel jaringan 2

Memasang sebuah jaringan komputer tidak akan terlepas dari penggunaan perangkat kabel. Tanpa adanya kabel, maka susunan perangkat hardware yang ingin membentuk sebuah topologi tertentu tidak bisa terbentuk satu sama lain. Kabel jaringan berfungsi sebagai penghubung ke berbagai perangkat lainnya agar dapat merespon suatu perintah, juga sebagai media penghantar informasi antar perangkat, sekaligus mentransmisikan sinyal jaringan untuk dapat diterima atau disebarluaskan kepada perangkat lainnya.

Media pentransmisian dalam jaringan komputer terbagi atas 2 cara, yaitu secara kabel dan nirkabel. Perbedaannya, apabila secara kabel, maka media pentransmisian melalui perangkat kabel sebagai penghubungnya, sedangkan secara nirkabel, pentransmisian informasi memanfaatkan gelombang radio dan tanpa adanya penggunaan kabel fisik. Oleh sebab itu, penggunaan kabel ini lebih banyak dipakai pada jaringan LAN dengan jangkauan yang lebih dekat. Mengingat, membangun jaringan dengan menggunakan cara ini lebih hemat biaya ketimbang secara nirkabel, meskipun di sisi lain pemasangannya sedikit lebih rumit.

Nah, mengenai kabel jaringan tersebut, ada beberapa tipe kabel jaringan yang dijual atau umumnya dapat anda temukan di pasaran.Seperti apa bentuk dan masing-masing kegunaannya, berikut penulis paparkan dalam uraian poin-poin di bawah ini :
  • Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXhdRMI-Cnlm9LUHsEsV55IcWQOteslL8PwROlCIO9zNb84HXaMoIsn2coZCq3ZWYht0af2F0mdSdVjwfK4SJOpLa-UaOI_zlLWuM5PhHePCBAPlCaRkwjNjju7775_iSLwbHjaexOIfX4/s320/kabeljaringan1.jpg

    Kabel UTP merupakan kabel yang paling banyak digunakan dalam pemasangan jaringan. Kabel UTP terdiri dari 4 atau 8 pasang kabel kecil yang berbeda warna kemudian ditwist/dililit satu sama lain dengan bantuan perekat (pembungkus) kepala kabel. Guna perekat pada kepala kabel tersebut adalah untuk melindungi dan menyediakan jalur bagi tiap-tiap kabel, serta mengurangi terjadinya konsleting arus listrik diantara ke-4 kabel tersebut ketika arus sedang menyala.

    Konektor yang dipakai pada kabel UTP ini bertipe konektor RJ-45, konektor yang terbuat dari bahan plastik dan banyak kita temui pada konektor sambungan telepon, ethernet atau juga ISDN. Kelebihannya, kecepatan yang dapat didukung dari kabel UTP mampu mencapai kecepatan maksimal 100 mbps, dengan kecepatan rata-rata 10 mbps, sehingga data yang dikirim memiliki kecepatan transfer tinggi.

    Namun kekurangannya, kabel UTP memiliki jangkauan jarak yang cukup pendek yaitu hanya sampai pada jarak 100 m, dan kabel UTP tergolong sensitif terhadap kehadiran perangkat listrik yang lain, apalagi perangkat yang mendukung munculnya reaksi gelombang frekuensi radio, karena hal itu dapat mengganggu penghantaran sinyal ke perangkat-perangkat yang terhubung.

    Metode pemasangan kabel UTP pada jaringan komputer terbagi atas 2 metode, pertama, kabel dipasang secara lurus, kedua, kabel dipasang dengan bentuk silang. Penerapan kedua metode itu masing-masing menyesuaikan dari jenis perangkat apa yang ingin disambungkan. Misalnya, jika kabel UTP dipasang secara lurus (straight), maka akan sangat cocok menyambungkan beberapa perangkat yang berlainan model, contohnya : menghubungkan PC ke hub atau menghubungkan PC ke switch. Tetapi apabila ingin menyambungkan sebuah perangkat yang modelnya sejenis, metode silang (cross) lebih tepat diterapkan. Contohnya, menyambungkan switch dengan switch.

  • Kabel STP (Shielded Twisted Pair)

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLXl_OezKgGiXi_IfBex5FyetHD1PwUmTb1CkE7N81LdoOND6n_t-9ptHyWqdagdUAUdeIGznR7d38949MI0Md1LDw__H7J4brKy7U4uXvcSvgccyUUBrYrbxtD2eg3AypsSAdThqb0OJ7/s320/kabeljaringan2.jpg

    Kabel STP dengan Kabel UTP sebenarnya merupakan pembagian dari kabel jenis Twisted Pair. Karena itu, fungsi dan bentuknya dilihat dari beberapa sisi masih memiliki kesamaan. Dari segi bentuk, kabel STP juga terdiri atas 4 atau 8 pasang kabel kecil di dalamnya, yang masing-masing memiliki warna yang berbeda. Tetapi pada ke-4 pasang kabel tersebut telah dilapisi pembungkus tambahan, berupa selubung tembaga atau aluminium foil dalam rangka mengatasi timbulnya gangguan atas reaksi-reaksi yang disebabkan perangkat listrik ataupun unsur lain yang dapat mempengaruhi kinerja jaringan.

    Tipe konektor yang digunakan Kabel STP ada 2 jenis, kabel STP produksi lama kemungkinan besar masih menggunakan tipe konektor RJ-45 sama halnya kabel UTP, sedangkan saat ini produksi kabel STP terbaru sudah sedikit lebih maju, dengan menggunakan konektor ground, tidak lagi berbahan plastik tetapi sudah berlapis logam, alhasil proteksi kabel ini lebih baik.

    Karena dibuat dan dilapisi dengan bahan-bahan yang berkualitas (Seperti penggunaan pelindung aluminium, logam, tembaga), tentunya harga yang ditawarkan untuk mendapatkan kabel STP sedikit lebih mahal daripada kabel UTP. Walaupun sebenarnya dilihat dari kualitasnya kabel STP mengungguli dalam beberapa hal, misalnya saja kabel STP ini tahan terhadap kelembaban/cuaca udara (dapat dipasang di luar ruangan), mencegah resiko masuknya air pada celah konektor, tidak terpengaruh gangguan dari luar dan jarak jangkauan lebih jauh.

    Kekurangan kabel STP : Harganya yang mahal, kemudian ketika terjadi kerusakan pada kabel STP sulit untuk diperbaiki karena komponen penyusun yang tebal, keras dan kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar